Anak Pertama

Cak-Rasa.name – Rangkaian Bahasa Perasaan ini berangkat dari pemikiran dan kegundahan hati tentang anak pertama. Meskipun tidak mampu mencakup seluruh keluh kesah maupun kebahagiaan seorang anak pertama, semoga tetap mampu mewakili kondisi orang-orang yang terlahir pertama di keluarga. Jangan lupa bersyukur, dan tetap semangat! Semua lelah, sakit dalam hatimu, air mata yang jatuh, tawa yang diredam, pengrobanan dan perjuangan akan terbayar oleh Tuhan. Usahlah peduli terhadap stereotip anak pertama di luar sana. Jadi diri kita sendiri. Selamat membaca Rangkaian Bahasa Perasaan berjudul Anak Pertama ini. Semoga menginspirasi.

Mengubur diri dalam selimut hangatku
Meluruhkan beban dan biarkannya terserak
Berai sudah detik kerat berat di pundak
Membenamkan penat berharap rehat meski sejenak

Kuterima konsekuensi sebagai anak pertama
Jadi pedoman saudara-saudara yang lebih muda
Menjaga amanat yang disematkan di pundak
Memikul tuntutan harapan keluarga dan masyarakat
Bertanggung jawab untuk menjadi manusia sempurna
Bersiap kapan pun waktu pinta berganti peran

Konon katanya anak pertama itu harus bisa diandalkan
Harus tegar, harus setegar karang, harus menjadi malaikat
Harus siap menjadi pendengar keluh kesah orang sekitar
Harus kuat mengangkat derajat keluarga

Lakukan sendiri sesempurna mungkin
Karena tak boleh mengandalkan hidup pada yang lain
Mengandalkan diri sendiri dan tampil segar setiap saat

Ku bangkit, dan duduk merasa nafas yang keluar-masuk
Menikmati irama degup jantung yang terburu-buru
Memburu amarah yang membakar habis logika
Memertanyakan apa, mengapa, dimana, kapan, siapa
Bagaimana caranya tersenyum kala tenggelam dan hilang arah

Kulihat refleksi anak pertama di cermin kamar
Sampaikan rasa terimakasih padanya karena masih bertahan
Menikmati sendiri proses mengobati diri yang tercemar
Bangkit dari keterpurukan dan bersyukur masih bisa berjalan

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.