Ide Itu Universal

ide itu universal - Poster film Surat Kecil untuk Tuhan dan Letters to God
Poster Film Surat Kecil untuk Tuhan dan Letters to God

Ada kemiripan dari segi judul—Letter to God jika dialihbahasakan menjadi Surat untuk Tuhan—dan ide utama tentang kisah perjuangan anak penderita kanker. Yang membedakannya hanya jenis kelamin tokoh utama dimana Tyler (Letter to God) berjenis kelamin lelaki dan Keke (Surat Kecil untuk Tuhan) berjenis kelamin perempuan.

Moga Bunda Disayang Allah (2006) karya seorang Tere Liye dinilai memiliki “rasa” yang sama dengan film bollywood Black (2005). Keduanya mengangkat kisah nyata seorang gadis buta-tuli yang dibimbing oleh seorang guru mantan peminum (alkoholik).

ide itu universal - Poster film Black dan kover novel Moga Bunda Disayang Allah
Poster Film Black dan Kover Novel Moga Bunda Disayang Allah

Bahkan lagu kebangsaan Indonesia pun pernah memiliki kontroversi karena kesamaan ide. Remy Silado, seorang budayawan, pada tulisannya di tahun 2006 menuduh karya Rudolf Wage Supratman itu jiplakan Leka Lekka Pinda Pinda Pinda—sebuah lagu tahun 1600-an. Atau lagu Arjuna Mencari Cinta yang dipopulerkan oleh Dewa memiliki kesamaan judul dengan novel karya Yudhistira ANM Massardi—ayah Iga Massardi, vokalis Barasuara, meski pada akhirnya dengan berbesar hati mengubah judul lagu tersebut hanya menjadi Arjuna. Adapula tuduhan “kesamaan ide” dari salah satu populer Sheila on 7 yakni Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki. Lagu tersebut dikatakan mirip dengan lagu Father & Son karya Yusuf / Cat Steven berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=wUiOtiJ09-o
MV Sheila on 7 – Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki
https://www.youtube.com/watch?v=P6zaCV4niKk
MV Yusuf / Cat Stevens – Father & Son

Jadi, terlepas dari plagiarisme atau tidak, contoh-contoh di atas memberi kita gambaran bahwa ide itu universal karena berasal dari dunia ide. Akan tetapi jangan bersalah sangka dan memersepsikan aku pro plagiarisme. Pada tulisan ini yang dibahas adalah tentang ide itu sendiri. Nah, seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa kemungkinan kesamaan “rasa” suatu karya cipta itu dikarenakan siapa pun dapat menemukan ide yang sama. Jadi, sejauh ini menurutmu ide itu murah atau mahal?

Mendaur Ulang Ide

Dalam tulisan ini tidak membahas tentang tiru-meniru alias menjiplak. Oleh karena itu, mari kesampingkan unsur plagiarisme dari beberapa contoh di atas yang mungkin bagi sebagian besar berpandangan demikian. Tulisan ini bukan berarti aku pro dengan sesuatu yang dihasilkan secara plagiat. Tidak sama sekali. Karena tulisan ini mencoba merangkum seputar ide itu universal, yang terdiri dari kemampuan berpikir, apa itu ide, idea menurut Platon, ide itu murah atau mahal, kemiripan ide, dan mendaur ulang ide. Ya, poin terakhir akan membahas gambaran tentang mendaur ulang ide.

Coba berhenti sejenak, amati sekitar, dan berpikirlah. Tidak ada sesuatu yang benar-benar orisinal sekarang ini. Yang ada hanya mendaur ulang ide. Karya cipta dalam bentuk karangan lagu atau musik akan terdengar sama bahkan senada. Hal itu karena hanya ada tujuh not dalam tangga nada.

Austion Kleon (2015) menulis bahwa Semua kreasi berasal dari sesuatu yang pernah ada; tak ada yang seratus persen asli. Ia bahkan mengutip ayat kesembilan surat Ecclesiastes dalam Alkitab yang menyatakan tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari (Kleon, 2015). Adapun bunyi ayat itu secara lengkap adalah “Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.”

Bedah buku karya Austion Kleon, Steal Like An Artists, Show Your Work!, dan Keep Going akan ditulis pada kategori konten Kaca Kata.