Ide Itu Universal

Idea Menurut Platon

Ketika mencoba menggali lebih jauh tentang arti atau defisini ide, aku terdampar di salah satu tulisan Rooy Salamony yang telah dipublikasikan pada Kompasiana 16 November 2012 lalu. Dari tulisan tersebut aku menemukan perspektif baru tentang apa itu ide. Sebagaimana Hadiwijono (1980) menulis ide Platon dengan kata “idea”. Idea yang dipandang oleh Platon sebagai sesuatu yang objektif. Bukan lagi subjektif—hasil ciptaan pikiran.

Sebuah artikel ilmiah Muhammad Azhar yang dimuat pada Jurnal Idea, Edisi 5, Tahun 1419/1999, Idea menurut Platon bersifat objektif-universal; tidak subjektif-parsial. Idea objektif berada di luar pikiran, sedangkan idea subjektif ada dalam pikiran.

Pada tulisan Rooy Salamony pun disebutkan pula tiga pandangan dari para ahli sarjana filsafat tentang idea Platon, yakni Harun Hadiwijono, K. Bertens, dan A. Setyo Wibowo mengenai idea Platon. Tulisan tersebut pun menginformasikan bahwa terdapat dunia ide. Berbeda dari dunia indrawi, di dunia ide segala sesuatu bersifat kekal atau abadi. Sebuah tempat berkumpulnya kesempurnaan dari benda-benda fana.

Bagi Plato, sebagaimana Titus (1984) yang dikutip pada Azhar (1999: 70), Dunia dibagi dalam dua bagian. Pertama, dunia persepsi, dunia penglihatan, suara dan benda-benda. Dunia yang konkrit, temporal, dan rusak. Bukan dunia yang sejati, hanya dunia penampakan saja. Kedua, alam di atas alam benda, yaitu alam konsep, ide, universal atau esensi yang abadi. Ide-ide adalah contoh yang transenden dan asli, sedangkan persepsi dan benda-benda individual adalah duplikasi atau bayangan dari ide-ide tersebut.

Ada analogi yang dapat menggambarkan maksud dari penjabaran di atas. Sebuah gambar segitiga yang dihapus dari papan tulis tidak akan menghilang ide tentang segi tiga. Ide tidak dapat hilang walaupun sesuatu yang konkret hilang. Mungkin visualisasi yang kurang lebih menggambarkan hal tersebut adalah ide serial animasi ChalkZone dimana seorang anak lelaki bernama Rudy Tabootie memiliki sebuah kapur ajaib. Apapun yang digambar menggunakan kapur ajaib tersebut dan dihapus akan menjadi hidup di Zona Kapur.

ide itu universal - Chalkzone
Chalk Zone. Sumber: @joorudan