Ide Itu Universal

Kadang kita seketika mencemooh dan melabeli seseorang “plagiator” ketika melihat hasil karya terlihat similar. Lupa melihat dari perspektif berbeda dengan kemungkinan bisa jadi karya tersebut merupakan suatu eskalasi sang kreator dalam merealisasikan ide. Ya meskipun pada audiens, proses menerjemahkan ide pokok menjadi suatu karya cipta itu tidak menarik, tetapi hal tersebut penting bagi sang kreator agar memiliki pengalaman yang membentuk karya cipta itu.

Bank Ide

Terkadang kita butuh stimulus untuk bisa mendapat ide pokok. Atau bisa saja ide itu datang menghampiri dimana pun, kapan pun, dan siapa pun. Karena seperti yang terdapat pada teori Idea Platon, ide itubersifat objektif-universal; tidak subjektif-parsial.

Jika tidak menemukan ide, berjalan-jalanlah keluar ke tempat favoritmu atau mungkin lingkungan baru. Hal itu dikarenakan Tuhan adalah Kreator Yang Maha Kreatif dengan ide tanpa batas dalam mencipta. Ide bertebaran di alam. Rod Judkins (2017), mengatakan bahwa para pemikir kreatif mempelajari ide-ide terbaik alam dan kemudian menirunya untuk memecahkan masalah yang beragam. Percayalah, alam adalah perpustakaan ide. Tuhan menyemai ide-ide tersebut dan dipersiapkan untuk siapa saja yang giat menggali untuk memanennya.

Tak jarang kita bergesekan secara spontan. Ide-ide itu seolah-olah berpendar. Jika kita hanya menangkapnya dalam pikiran, perlahan meredup dan lenyap begitu saja. Bisa jadi ide yang hilang tersebut adalah pengantar kita ke tahap berikutnya. Sayang sekali dibiarkan binasa tanpa memberi makna. Padahal, kita harus memosisikan ide seperti investasi.

Ya, ide seperti investasi. Ide yang kita dapat, sebaiknya disimpan dengan baik. Yakinlah suatu saat ide itu dapat kita kembangkan. Kumpulkan ide-ide yang kita peroleh ke dalam bank ide. Secara sederhana bank ide adalah suatu sarana untuk menampung kumpulan ide apapun yang muncul.

Siapa saja bisa mendirikan bank ide. Tak perlu izin negara. Seseorang bisa membangunnya secara swadaya maupun kolektif bersama orang lain. Yang pasti harus pandai mencatat ide.

Sesungguhnya, penting bagi kita untuk memiliki bank ide. Jika menemukan suatu ide pokok, segera masukkan ke dalam rekening bank ide kita. Jangan pernah meremehkan ide yang sederhana. Karena dari kesederhanaan tersebut memiliki potensi untuk bernilai jual jika dieksekusi secara tepat dan cermat.

Jangan pula mencoba menimbang-nimbang apa ide itu mahal atau murah. Semua ide pada dasarnya berharga. Sekali lagi ide itu mahal atau murahbergantung bagaimana kita memposisikan dan mengondisikannya. Ide itu mahal atau murah dapat dilihat apakah ide itu berakhir menjadi suatu karya cipta atau hanya sebatas angan-angan abstrak.

Salah satu cara untuk memerkaya bank ide kita adalah dengan rajin membaca dan mencatat berbagai hal yang dirasa mampu menstimulus ide. Sesuatu yang secara feeling menarik untuk dicatat poin-poin pentingnya. Kumpulkan sedikit demi sedikit ide, lama-lama akan membukit. Jika dirasa sudah cukup banyak, pilah dan pilih ide-ide yang senyawa agar membentuk sebuah gugus ide. Ide-ide yang saling mendukung guna menunjang proses transformasinya menjadi suatu karya cipta.

Jadi, biasakanlah membawa media (ataupun sebuah medium) untuk dijadikan bank ide. Catat hasil pemikiran dan pengamatanmu, rekam suara-suara lingkungan sekitarmu, tulislah kutipan-kutipan dari buku favoritmu, atau buatlah gambar bebas sewaktu kita bosan. Buatlah arsip temuan yang kemudian disetorkan pada bank ide. Pembahasan tentang bank ide akan ditulis lebih jauh di Yuk, Menabung di Bank Ide.

Kualitasmu setara dengan koleksi rekamanmu

— DJ Spooky